
Akigalawood adalah molekul aroma modern yang dikembangkan oleh Givaudan melalui biokonversi fraksi minyak patchouli (Pogostemon cablin). Karakternya woody kering dan tajam dengan sentuhan spicy peppery yang vibrant, earthy halus khas patchouli, serta nuansa clean dan slightly agarwood-like. Digunakan sebagai alternatif patchouli yang lebih sleek dan kontemporer, Akigalawood memberi struktur, difusi kuat, dan daya tahan panjang pada komposisi woody, fougère, maupun oriental modern.
FAQ tentang Akigalawood
Akigalawood adalah molekul aroma modern yang dikembangkan oleh Givaudan melalui biokonversi fraksi minyak patchouli (Pogostemon cablin). Karakternya woody kering dan tajam dengan sentuhan spicy peppery yang vibrant, earthy halus khas patchouli, serta nuansa clean dan slightly agarwood-like. Digunakan sebagai alternatif patchouli yang lebih sleek dan kontemporer, Akigalawood memberi struktur, difusi kuat, dan daya tahan panjang pada komposisi woody, fougère, maupun oriental modern. Dalam dunia parfum, Akigalawood termasuk fragrance note yang sering digunakan untuk membangun karakter aroma dan memperkaya komposisi wewangian.
Wangi Akigalawood identik dengan karakter woody, oud, spicy, dry, earthy. Akigalawood sering digambarkan memiliki aroma yang khas, mudah dikenali, dan mampu memberikan nuansa tertentu pada parfum, tergantung kombinasi fragrance notes lainnya.
Akigalawood bisa digunakan sebagai top note, middle note, maupun base note tergantung pada komposisi parfum. Perannya disesuaikan dengan karakter aroma yang ingin dibangun oleh perfumer.
Akigalawood adalah fragrance notes populer yang digunakan oleh parfum lokal Indonesia, yaitu Botanical Essentials - Where It Begins, Ghaier - Silver Song Of A Lark dan Hmns - Unpatched





